Pesan anda di sini.
Kami fokus pada penyediaan sarana pengelolaan sampah anorganik inovatif untuk mendukung lingkungan kampus dan daerah perkotaan yang berkelanjutan.
SiTukar adalah startup rintisan dari mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah anorganik yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Melalui digitalisasi penukaran sampah, setiap botol plastik dan kaleng logam yang Anda serahkan ke Drop Point atau melalui pemindaian kamera akan secara instan dikonversi menjadi poin koin digital yang memiliki nilai ekonomis. Dengan dukungan teknologi AI dan IoT, SiTukar menghadirkan proses pengelolaan sampah yang lebih modern, transparan, dan akurat. Bergabunglah bersama kami sebagai agen pelestari bumi dalam mewujudkan Zero Waste Campus.
Solusi modern dari hulu ke hilir untuk pengolahan sampah anorganik.
Mesin penampung sampah pintar berbasis IoT dan pemindai Webcam AI yang mendeteksi botol plastik & kaleng logam secara akurat. Hubungi kemitraan kami untuk pemesanan unit.
KemitraanSetiap penukaran sampah langsung dinilai otomatis berdasarkan ukuran (Kecil = 1, Sedang = 2, Besar = 3 Poin). Poin Botol bernilai Rp 1.000, sedangkan Poin Kaleng bernilai Rp 2.000.
Mulai TukarAjukan penarikan saldo koin Anda secara real-time ke akun e-wallet (DANA, OVO, GoPay) atau transfer langsung ke rekening bank BRI/BCA.
Buka DompetDapatkan artikel dan informasi edukatif seputar pengelolaan sampah dan keberlanjutan.
Pemerintah mempercepat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 34 kota guna mengatasi ancaman kelebihan kapasitas TPA secara nasional pada tahun 2028.
Read More
Kota Solo terpilih menjadi proyek percontohan dalam program kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pengurangan limbah sampah plastik di kawasan sungai.
Read More
Penerapan konsep Waste to Energy (WtE) digadang-gadang menjadi solusi mutakhir penanganan sampah perkotaan, namun kesiapan regulasi dan infrastruktur pemerintah masih dipertanyakan.
Read More